Postingan

Menampilkan postingan dengan label sastra

Kumpulan Hikayat

Berikut ada beberapa file hikayat dan kisah yang pernah saya unduh sewaktu SMA. Untuk yang memerlukannya sebagai referensi belajar, silahkan diunduh. Hikayat Negri Johor Hikayat Perang Atjeh Hikayat Sariman Budi Kisah 1001 Malam

CERITA FIKSI 2

DUNIA Leonardo Agastya Aku berdiri di bawah pohon beringin yang amat rindang. Perasaan gusar menjadi nyaman. Kupandangi sekelilingku. Dihadapanku, hanya tanah lapang yang sepi. Aku benar-benar menikmati suasananya. Aku tidur terlentang dengan kedua tangan dibelakang kepala dan kaki kanan diatas lutut kiriku. Tak terasa, mataku mulai tertutup karena sejuknya hembusan angin. Semua menjadi gelap.             “Sejuk bukan?”             Aku mendengar ada suara wanita yang bertanya padaku. Aku ingin membuka mata, namun tak bisa. Aku terus mencoba untuk membuka mata, namun kesejukan yang kurasakan seakan terus menahanku dalam gelap.             “Sejuk bukan?”             Suara itu terdengar lagi. Aku ingin sekali membuka mataku, namun tetap tidak bisa. Giliran a...

PUISI LAWAS - Romansa Dalam Kesengsaraan

Ini adalah puisi-puisi lawas milik saya yang berjumlah 4 puisi. Puisi-puisi ini bercerita mengenai seseorang yang harus merasakan bahagia dan sedih dalam sebuah kisah romansa yang menyengsarakan. Inilah puisi-puisi lawas milik saya yang bertajuk "Romansa dalam Kesengsaraan". PUISI 1 Rindu Leonardo Agastya Dia yang kumal Rok panjang, kaos, jaket jin, vans kw lusut ia kenakan Dia tepat dihadapanku Dalam transportasi romansa yang menggesek roda pada baja Sama seperti hatiku Tergesek oleh lajunya rasa Tanpa rayu Dia pergi Pergi turun Dirinya lenyap dalam kumpulan manusia Aku menyesal Tak ada dialog terbaca Aku rindu! Sungguh aku rindu! Sangat rindu! Amat rindu! Teruntuk wanita yang ada dihadapanku di atas KA Bogowonto Pasar Senen - Lempuyangan. Ditulis diatas Trans Jogja pada Minggu, 14 Juli 2019 PUISI 2 Pergi Leonardo Agastya Dia turun Turun dia Turun Dia Turun Dia pergi Pergi dia Pergi Dia Pergi Di...

CERITA FIKSI

RIANA Leonardo Agastya Aku berjalan menyusuri trotoar dengan raut tak menentu. Sedih, marah, atau kecewa, semuanya menyatu. Aku terus melangkah. Hingga tiba-tiba langkahku terhenti pada sebuah etalase yang memamerkan beragam cermin. Mataku terpusat pada salah satu cermin dengan model feminin. Tidak terlalu besar dan warnanya merah jambu. Aku memandang diriku sejenak pada cermin itu. Sungguh kacau diriku. Semakin lama, diriku seakan-akan dihisap oleh cermin itu dan sebuah lorong yang tak tergambarkan dengan jelas membawaku pada kejadian tiga hari sebelumnya. Aku duduk di sebuah kafe kecil yang berada di pinggiran kota. Siang itu, aku membaca sambil menikmati secangkir kopi pahit. Tak terasa aku telah membaca selama tiga jam hingga hari sudah malam. Ketika aku berkemas untuk pulang ke rumah, seorang wanita menegurku, “Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono?” Tanya wanita itu penasaran. Nampaknya, wanita itu menanyakan buku yang aku pegang. “Iya.” Jawabku. “Oh iya. A...